Siap Tampil Menawan dengan Pesona Etnik Kain Rangrang Asli Indonesia

0
Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/momiia993/apps/momiia/public/wp-content/themes/publisher/includes/functions.php on line 5662

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/momiia993/apps/momiia/public/wp-content/themes/publisher/includes/functions.php on line 5663
85

Tahukah Mom, Indonesia terdiri dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa yang terdaftar secara resmi. Dengan adanya 1.340 suku bangsa, berarti ada 1.340 karakteristik yang tersebar dari ujung Sabang hingga Merauke. Masing-masing karakter punya warisan budayanya sendiri. Artinya negara kita yang heterogen ini memiliki ratusan bahkan ribuan jenis kain tenun yang jadi ciri khas masing-masing suku dan menjadi pesona kain etnik Indonesia.

kain rangrang

Di tangan desainer, kain tenun bisa bertransformasi jadi busana yang wearable.

Dahulu, kalau mendengar kata kain tenun atau wastra nusantara mungkin yang ada di pikiran kita adalah baju adat yang dipakai untuk berbagai upacara daerah. Namun, sejak batik menjadi warisan budaya dunia yang ditetapkan oleh UNESCO pada tahun 2009, penggunaan kain tenun daerah sebagai kain busana modern menjadi semakin populer. Banyak desainer-desainer yang memodifikasi kain-kain tenun nusantara menjadi busana yang wearable sebagai bentuk dari apresiasi bangsa Indonesia terhadap keindahan motif-motif daerah.

Kenapa UNESCO menetapkan batik Indonesia sebagai Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity? Padahal batik tak hanya dari Indonesia saja. Wow! Ternyata batik memang tak hanya berasal dari Indonesia. Cina, India, Malaysia, Filipina bahkan Nigeria, dan Sri Lanka memiliki budaya kain batik. Akan tetapi batik Indonesia lah yang paling terkenal dan memiliki sejarah panjang yang berpengaruh pada variasi motif dan teknik pembuatan yang berkembang karena akulturasi budaya. Membahas tentang batik tidak akan ada habisnya, dari sejarah sampai ke motifnya yang bermacam-macam.

Salah satu kain nusantara yang sedang hits adalah kain rangrang Bali. Kain rangrang ini bisa dijadikan busana sehari-hari loh Mom.

Salah satu kain tenun yang sedang naik daun lainnya adalah kain tenun yang berasal dari Bali yaitu kain rangrang. Tentunya Mom tahu kalau Bali itu suasananya sakral dan kental dengan upacara adat. Kain rangrang yang berasal dari Nusa Penida juga sehari-harinya dipakai oleh masyarakat setempat sebagai busana upacara adat atau keagamaan.

Pada dasarnya kain rangrang berwarna dominasi merah atau kuning dan berbahan kuat. Pada bagian tengah kain terdapat motif seperti angket rumput, saksak bunga tunjung, atau pohon cemara. Pinggirannya pun diberi hiasan bunga julit, daun bakung, kupu-kupu, atau katak. Tapi dalam perkembangannya, motif dan warna kain rangrang bervariasi dan disesuaikan dengan gaya modern tanpa menghilangkan ciri khasnya. Kain rangrang banyak dijadikan dres, rok, blazer, celana panjang, dan sebagainya.

Kain rangrang juga punya motif yang mudah untuk diaplikasin ke dalam busana harian. Semakin tertarik, Mom?

Populernya kain rangrang Bali tidak lepas dari peran para desainer fesyen yang memakai kain rangrang sebagai kain bahan untuk koleksinya. Tren busana etnik memacu para desainer fashion untuk berlomba berburu kain-kain tenun di pelosok Indonesia sebagai inspirasi dan tokoh utama dalam karya mereka. Menurut desainer Yuana Tayana, kain rangrang punya motif yang gampang untuk diaplikasikan dalam busana sehari-hari dan gampang untuk dipadankan dengan kain lain, seperti sutra, katun, taffeta, hingga duchess.

Nah, karena kain tenun Indonesia sudah dimodifikasi menjadi pakaian siap pakai, Mom sudah tidak canggung lagi kan pakai busana kain tenun ke acara kasual? Mom juga bisa padu padan dengan busana lain.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply