Selamat Hari Perempuan Internasional, Mom. Mari, Mengenal Lebih Dalam Tentang International Women’s Day!

0
Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/momiia993/apps/momiia/public/wp-content/themes/publisher/includes/functions.php on line 5662

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/momiia993/apps/momiia/public/wp-content/themes/publisher/includes/functions.php on line 5663
55

Hari ini merupakan hari spesial untuk para Wanita loh Mom! Tanggal 8 Maret diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional atau sering disebut International Women’s Day (IWD). IWD merupakan perayaan prestasi perempuan, baik secara sosial, ekonomi, budaya, dan politik. Namun tidak hanya itu saja, IWD juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mempercepat tercapainya kesetaraan gender.

hari perempuan internasional

Tidak hanya di Amerika Serikat saja, kini seluruh dunia merayakan IWD. Indonesia pun turut ambil bagian. Bahkan di beberapa negara lainnya menjadikan Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret sebagai hari libur nasional. Negara tersebut adalah Afganistan, Cuba, Georgia, Laos, Rusia, Uganda, dan Vietnam. Sementara di Cina, Madagaskar, dan Nepal hanya memberlakukan hari libur khusus untuk perempuan saja.

IWD diperingati oleh setiap komunitas, organisasi, dan negara. Setiap bagian bebas mengangkat isu perempuan yang berbeda. Tema pada tahun ini yang diangkat oleh UN Women (PBB yang berfokus pada perempuan) adalah  “Time is Now: Rural and urban activists transforming women’s lives”. Tema ini merupakan kampanye global, termasuk   #MeToo dan #TimesUp yang mengangkat isu pelecehan seksual,  penghilangan nyawa perempuan berhubungan dengan identitas gendernya, upah setara, dan representasi politik perempuan.

Sebagai Wanita, Kita Perlu Tahu Sejarah International Women’s Day

hari perempuan internasional

IWD terbentuk melalui sebuah gerakan hak kaum perempuan pada tahun 1908. Gerakan ini dilatarbelakangi oleh para pekerja pabrik garmen. Mereka menuntut hak berpendapat dan berpolitik.

Pada tahun 1910, sebuah organisasi sosialis internasional berkumpul di Kopenhagen untuk menetapkan Hari Perempuan. Hal ini merupakan usulan dan kesepakatan dari 100 perempuan di 17 negara. Namun pertemuan itu belum menetapkan mengenai tanggal hari tersebut.

Pada tahun-tahun selanjutnya, Hari Perempuan Internasional jatuh pada tanggal 19 Maret dan diperingati di Austria, Jerman, Swis, dan Denmark. Peringatan pada tahun tersebut diikuti oleh 1 juta orang lebih laki-laki dan perempuan.

Di sejumlah negara Eropa, Hari Perempuan  Internasional juga digunakan sebagai gerakan penolakan Perang Dunia I antara tahun 1913-1914. Hari Perempuan Internasional pun dipakai untuk  menyuarakan protes terhadap perang dunia dan juga sebagai aksi solidaritas sesama wanita.

Sedangkan di Rusia, para perempuan memprotes perang dengan gerakan bertema “Roti dan Perdamaian” pada tahun 1917. Aksi tersebut berlangsung pada hari Minggu terakhir di bulan Februari yang bertepatan pada tanggal 8 maret di kalender Masehi. Kemudian,  Tsar Rusia memberikan hak untuk memilih para perempuan 4 hari kemudian.

Pada tanggal 8 Maret tahun 1975, untuk pertama kalinya PBB memperingati Hari Perempuan Internasional. Hingga akhirnya hari tersebut pun diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Perempuan Internasional sampai dengan sekarang.

Semangat dunia dalam merayakan Hari Perempuan Internasional juga sampai ke Indonesia. Apalagi kita juga punya pahlawan bangsa yang berjuang pula dalam keadilan dan kesetaraan gender. Dia adalah RA Kartini. Semangat dalam merayakannya pun kini bisa dilakukan dalam beragam cara.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply