Pilih Buku Nikah Atau Kartu Nikah Mom?

0 25

Baru-baru ini masyarakat digegerkan oleh pengumuman perihal kartu nikah. Kabarnya pasangan yang nikah di tahun mendatang sudah tidak mendapatkan buku nikah, melainkan mendapatkan kartu nikah sebagai penggantinya.

Hal ini pun sudah diumumkan oleh Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, kemarin. Namun Lukman Hakim menegaskan, kartu nikah yang akan diterbitkan Kementerian Agama bukan untuk menghapus atau mengganti buku nikah.

kartu nikah

Kartu nikah merupakan sebuah pengembangan sistem aplikasi pernikahan

Penerbitan kartu nikah itu merupakan implikasi logis dari pengembangan sistem aplikasi manajemen pernikahan atau yang disebut SIMKAH. Sementara buku nikah tetap ada sebagai dokumen resmi. Jadi, meskipun kartu nikah terbit, pun tidak menghilangkan buku nikah yang sudah ada sejak dulu Mom. Toh, buku nikah sudah dikenal di masyarakat sebagai bukti sah dari proses pernikahan.

Secara prinsip, Kemenag sangat serius membenahi peristiwa pernikahan di tengah masyarakat dan sangat prihatin terhadap angka kekerasan dalam rumah tangga serta perceraian yang semakin tinggi.

Sehingga, nantinya semua peristiwa pernikahan itu pencatatannya terintegrasi dalam sebuah sistem aplikasi yang dinamai SIMKAH yang nanti dikaitkan dengan data kependudukan dan catatan sipil (Dukcapil) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar seluruh data kependudukan setiap warga bisa terintregasi dengan baik.

Kedepannya, SIMKAH bisa menjadi upaya untuk mempermudah pencatatan, registrasi, dan memantau pernikahan setiap warga negara di mana, kapan, dan seterusnya.

Diharapkan semua pasangan memiliki kartu nikah

Harapannya, semua pasangan memiliki kartu nikah. Pada kartu nikah terdapat barcode yang bila di scan kemudian muncul data dari pemegang kartu secara lengkap. Kemenag sendiri menargetkan, kartu nikah itu akan diterbitkan pada pertengahan atau akhir November. Untuk tahap awal kartu ini akan selesai cetak secara keseluruhan pada 14-15 November, lalu dalam sepekan kemudian baru bisa didistribusikan ke sejumlah daerah di Indonesia.

Mereka yang melangsungkan pernikahan setelah launching SIMKAH, akan memperoleh kartu nikah. Urutannya adalah, pernikahan dicatat oleh penghulu hingga terbit buku nikah yang bersamaan dengan kartu nikah.

Hal ini pun akan diprioritaskan bagi mereka yang menikah setelah diluncurkannya aplikasi SIMKAH. Sementara bagi yang sudah menikah sebelum peluncuran SIMKAH, bisa memiliki kartu hanya saja dari segi waktu sangat terkait dengan ketersediaan kartu di masing-masing KUA.

***

Jadi bagi Mom yang ingin, sudah menikah, dan mungkin akan melakukan pernikahan harus punya kartu nikah Mom. Hal ini mendukung upaya pemerintah untuk membenahi sistem data kependudukan di Indonesia. Agar tidak ada lagi yang namanya nikah pura-pura atau memalsukan data diri perihal status pernikahan. Nah, kalau sistemnya sudah bagus, harapannya hal-hal semacam itu tidak akan terjadi lagi.

 

 

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply