Melahirkan Normal Maupun Caesar Sejatinya Adalah Sama-Sama Melahirkan

0 56

Hai Mom, pernahkan Mom mendengar sebuah perdebatan tentang cara melahirkan seorang anak? Antara melahirkan caesar atau melahirkan alami. Hal ini mungkin pernah menjadi sebuah perdebatan panjang yang tidak ada ujungnya. Parahnya lagi, ada yang beranggapan bahwa melahirkan dengan cara operasi caesar maka Mom tidak sama halnya tidak melahirkan! Benarkah?

Lalu apakah hanya persalinan normal saja yang layak dan patut disebut dengan melahirkan? Yuk, simak penjelasan berikut!

melahirkan caesar

1 Melahirkan caesar menurut para ahli

Menurut Wiknojosastro (2002), Sectio Caesaria (SC) atau yang sering Mom ketahui dengan sebutan operasi caesar adalah suatu proses pembedahan dinding perut dan uterus untuk melahirkan janin yang dilakukan bila terdapat komplikasi atau kasus patologi yang menyertai kehamilan yang bertujuan untuk mengurangi mobiditas dan mortalitas.

Perlu diketahui bahwa semua Mom pasti ingin melahirkan dengan persalinan normal. Hanya saja kadang ada sebuah kondisi tertentu yang membuat sebuah keputusan untuk melahirkan dengan cara operasi. Hal ini dilakukan tidak lain hanya untuk menyelamatkan ibu dan anak yang dilahirkan.

2 Tidak hanya merasakan sakit akibat kontraksi, tapi Mom juga akan merasakan sakit karena pemasangan alat medis ke tubuh

Sebelum masuk ke dalam ruang operasi, kondisi ibu hamil masih tergolong sadar. Pada kondisi tersebut tim medis akan memasangkan beberapa alat untuk menunjang kelancaran selama operasi. Salah satunya adalah pemasangan selang kateter. Selang ini berfungsi untuk membantu pasien untuk buang air kecil selama operasi dan pasca operasi.

3 Namanya juga operasi. Maka Mom akan bersahabat dengan para tenaga medis tidak hanya satu orang

Saat menjalani operasi, maka Mom akan berada pada ruang operasi. Di sanalah Mom akan bersahabat dengan sejumlah tenaga medis yang ahli dalam bidangnya. Antara lain adalah dokter spesialis kandungan, spesialis anastesi, dan spesialis anak. Biasanya saat suami atau kerabat dekat tidak diperkenankan masuk dalam ruang operasi saat operasi berlangsung.

4 Operasi caesar tidak dilakukan bius total lho Mom, namun hanya bius lokal dan Mom masih dalam keadaan sadar

Selama operasi berlangsung, Mom akan dibius spinal. Bius ini akan membuat setengah badan ke bawah mati rasa, hingga menggerakkan jempol kaki saja tidak bisa. Tapi Mom sadar. Mom akan tahu betul apa yang terjadi di ruang operasi melalui indra pendengar. Selain mendengar bunyi hospital beeps, Mom tentu akan mendengar beberapa topik obrolan para dokter dan tenaga medis sepanjang operasi berlangsung. Percaya atau tidak, selama melakukan operasi, tim medis yang menangani Mom bahkan terlihat bercanda dan bercengkerama.

Meskipun demikian, Mom tidak bisa melihat apa yang sedang mereka lakukan dengan tubuh Mom yang tidak berdaya, lantaran tertutup oleh tirai yang menjadi sekat. Mom juga tidak perlu melihat darah-darah selama operasi berlangsung.

5 Proses melahirkan caesar pun membutuhkan sebuah tekanan dengan batuan sang dokter

Jika persalinan normal Mom harus mengejan untuk memberikan tekanan agar bayi bisa lahir. Saat menjalani operasi caesar, Mom juga memerlukan tekanan untuk mengeluarkan sang jabang bayi. Hal ini akan dibantu oleh dokter dengan cara menindih perut Mom. Tidak hanya satu dokter lho Mom, bisa satu atau dua dokter, tergantung tenaganya.

Mereka akan mendorong perut dari atas kita supaya si jabang bayi segera keluar. Saat proses ini Mom tidak perlu merasakan sakit karena sudah dibius namun Mom akan merasakan sensasi soothing saat jabang bayi yang didorong itu turun dan keluar.

6 Tangisan bayi di balik tirai seolah mengabaikan segala proses persalinan caesar


Saat petugas medis telah membuka tirai, maka Mom akan melihat wujud asli sang jabang bayi yang menangis di balik tirai. Operasi telah selesai Mom, si kecil pun telah lahir ke dunia. Dengan kata lain, Mom akan menikmati sensasi efek anastesi yang berkurang secara perlahan (tapi pasti), yang diawali dengan gigi bergemeletukan kedinginan.

7 Pasca operasi, Mom harus melakukan pemulihan sampai waktu yang tidak ditentukan

Pasca operasi, Mom tidak bisa melakukan kegiatan secara normal. Bahkan setiap gerak-gerik Mom harus dibantu oleh orang lain bisa suami, ibu, atau saudara terdekat Mom yang harus siaga 24 jam merawat Mom saat pasca operasi. Jangankan merawat bayi. Untuk merawat diri Mom saja memerlukan bantuan.

Lain halnya dengan persalinan normal yang tidak memerlukan waktu lama untuk proses pemulihan. Jangankan untuk bangun dari tempat tidur, untuk tidur dengan posisi miring pun Mom harus berhati-hati agar jahitan pada perut tidak lepas.

***

Menjalani operasi caesar itu tidak gampang Mom. Butuh keberanian dan juga perjuangan sama halnya dengan persalinan normal. Jadi tidaklah adil jika kita membedakan antara persalinan normal dengan persalinan caesar. Mereka sama-sama berjuang untuk sebuah kehidupan. Jangan takut untuk melahirkan ya Mom!

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply