Lion Air JT 610 Jatuh, Begini Cara Sampaikan Berita Duka kepada Anak

0 14

Setiap musibah memang tidak bisa diprediksi kapan akan datang. Tentunya Mom juga tidak menginginkan musibah terjadi pada keluarga Mom. Namun kita tidak bisa memilih hal tersebut. Seperti halnya tragedi jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 yang memilukan hati.

Pernah enggak Mom membayangkan bagaimana cara menyampaikan berita duka kepada pihak keluarga? Terutama kepada anak-anak. Mereka yang belum akil balig kadang belum mengerti tentang kematian. Hal ini seringkali menjadi kebingungan keluarga, bagaimana cara menjelaskan tentang meninggalnya orang tua atau sanak saudara mereka. Lalu bagaimanakah cara penyampaiannya?

Mom bisa menyampaikan dengan sebuah perumpamaan sesuai dengan dunia mereka

Untuk menjelaskan tentang sebuah kematian kepada seorang anak memang tidak mudah Mom. Namun tetap ada cara yang tepat atau baik untuk menyampaikannya. Mom bisa memberikan semacam perumpamaan atau kisah-kisah yang dapat Mom sesuaikan dengan dunia anak. Hal ini dilakukan agar mereka juga berfikir bahwa orang tua mereka sudah pergi dan tidak akan kembali.

Kenalkan sebuah konsep kematian kepada anak

Sebelum mengenalkan tentang konsep kematian kepada sang anak. Mom harus tahu terlebih dahulu tentang latar belakang dari anak dan keluarga itu sendiri. Paling tidak, masih bisa dikatakan sebagai keluarga dekat mereka. Sementara, konsep kematian yang bisa dikenalkan adalah mengaitkannya dengan hal baik seperti surga.

Tapi sekali lagi Mom, untuk mengenalkan hal ini pun tidak mudah, butuh kestabilan emosi dari Mom yang akan menceritakan berita tersebut kepada sang anak. Itupun juga tidak sederhana, Mom. Dalam konteks ini, biasanya keluarga juga masih labil emosionalnya.

Mempertimbangkan umur dan kemampuan kognitif anak sebelum menyampaikan

Tidak bisa asal-asalan Mom. Berita kematian merupakan berita yang sangat sensitif. Mom juga harus mempertimbangkan berapa umur anak tersebut dengan kemampuan kognitif yang dimilikinya. Sebaiknya, Mom menyampaikannya pada anak yang memiliki kemampuan kognitifnya sudah baik. ¬†Apabila Mom tidak mengetahuinya, Mom bisa memberi tahu mereka kalau orang tuanya pergi dan tidak akan kembali. Apabila anak merasa rindu, keluarga bisa mengajaknya untuk mengenang atau “menemui” mereka lewat pusara yang ada.

Tingkat emosional anak memang berbeda-beda Mom. Begitu juga tingkat kesensitifannya. Jadi memang tidaklah mudah untuk memberikan sebuah informasi negatif kepada anak yang masih di bawah umur, karena jika Mom salah berucap, boleh jadi anak menjadi terbebani bahkan psikisnya bisa terganggu akibat mendengar berita yang tidak bisa dia terima dengan baik.

Konsultasikan kepada psikolog, apabila anak mengalami perubahan yang signifikan setelah mendengar berita duka yang Mom sampaikan perihal orang tuanya atau orang terdekatnya.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply