Jangan Salah, Kontraksi Pada Ibu Hamil Belum Tentu Tanda Melahirkan. Simak Penjelasannya!

Kontraksi bisa disebabkan oleh banyak hal, ada tanda yang membahayakan, seperti keguguran maupun tanda yang tidak berbahaya bagi ibu hamil.

0 63

Sebelum persalinan tiba, ibu hamil akan mengalami beberapa tanda.  Salah satunya adalah perut terasa kencang atau biasa disebut dengan kontraksi. Tahukah Mom, ketika kontraksi itu datang, kemungkinan ibu hamil akan merasa khawatir. Apalagi jika kehamilan tersebut yang pertama kalinya.

Sebenarnya kontraksi merupakan tanda tubuh ibu hamil sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan, tetapi bukan berarti persalinan sudah akan segera terjadi. Kontraksi itu sendiri bisa disebabkan oleh banyak hal, ada tanda yang membahayakan, seperti keguguran maupun tanda yang tidak berbahaya bagi ibu hamil.

Umumnya, kontraksi terjadi karena adanya perubahan pada rahim yang makin membesar serta mengeras. Kondisi ini menyebabkan perut terasa kencang. Kontraksi juga bisa terasa lebih kencang jika ibu hamil memiliki kelebihan berat badan dibandingkan dengan ibu hamil yang kurus.

kontraksi pada ibu hamil

Ketika kontraksi tiba, tidak sedikit Mom yang langsung pergi ke dokter karena mengira akan segera melahirkan. Nyatanya hal ini belum tentu benar. Bisa saja ini hanyalah kontraksi palsu. Supaya tidak bingung, yuk, Mom! Kita cari tahu apakah kontraksi yang sedang terjadi asli atau palsu.

Kontraksi Asli Muncul Dengan Beberapa Tanda. Siaga Mom, Bila Kontraksi disertakan dengan Keluarnya Bercak Darah hingga Ketuban Pecah

Ketika kontraksi asli muncul, itu tandanya tubuh sedang mengeluarkan hormon oksitosin sehingga merangsang rahim berkontraksi. Ada peningkatan rasa sakit  yang dialami ibu hamil ketika kontraksi.

Kontraksi asli berlangsung pada bagian perut hingga ke punggung dan mengakibatkan rahim menjadi kencang. Kontraksi diperlukan untuk mendorong bayi keluar melalui jalan lahir. Kontraksi asli juga mempunyai jarak yang tetap dan semakin sering, biasanya berlangsung sekitar 30 hingga 70 detik.

Saat berganti posisi dari duduk ke berdiri atau melakukan aktivitas lain seperti berjalan, kontraksi tidak akan hilang. Jika kontraksi membuat tidak nyaman, Mom bisa berendam di air hangat agar lebih tenang, tapi lakukan dengan seizin dokter ya. Supaya tidak kelelahan dan kehabisan tenaga saat melahirkan, usahakan untuk istiraahat atau tidur sejenak. Dengan demikian, ketika waktu persalinan tiba tenaga sudah pulih kembali.

Kontraksi asli juga bisa diikuti dengan keluarnya bercak darah hingga ketuban pecah. Hal ini bisa dijadikan tanda bahwa waktu melahirkan akan segera tiba.

Perhatikan! Kontraksi Palsu Mempunyai Frekuensi Yang Tidak Tentu, Tidak Lama, Tidak Sering, dan Tidak Semakin Parah.

Kontraksi palsu atau disebut juga dengan Braxton-Hicks bisa dialami oleh ibu hamil. Rasanya seperti kram pada perut seperti layaknya menstruasi datang. mungkin beberapa orang merasa tidak nyaman dengan keadaan ini. Kontraksi palsu seperti ini tidak akan mengakibatkan rahim terbuka, meskipun kontraksinya berada di perut bagian bawah.

Tanda-tanda kontraksi palsu mempunyai frekuensi yang tidak tentu, tidak lama, tidak semakin sering, dan tidak semakin parah. Saat Mom berganti posisi, misalnya dari posisi duduk ke posisi berdiri atau melakukan aktivitas lainnya, kontraksi bisa berhenti tiba-tiba. Saat kontraksi palsu terjadi juga tidak ada bercak darah yang muncul dan air ketuban tidak pecah.

Mom, sudah tau perbedaan kontraksi palsu dan kontraksi asli bukan? Hal ini penting sekali diketahui, apalagi jika sudah memasuki kehamilan di trimester ketiga atau trimester akhir. Namun, Mom juga harus tetap waspada ya, jika ada hal yang tidak wajar segera pergi ke rumah sakit agar dapat ditangani dengan cepat.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: