Waspadai Kasus Skimming yang Bisa Menguras Isi Rekening Mom di Bank

0 73

Banyaknya laporan hilangnya sejumlah uang pada rekening nasabah salah satu bank BUMN membuat nasabah bank lain ikut cemas. Mereka mengaku tidak pernah melakukan transaksi, namun uang dalam rekening mereka berkurang dengan jumlah yang tidak sedikit. Pihak bank yang bersangkutan pun menanggapi bahwa hal tersebut merupakan aksi kejahatan dengan teknik skimming.

Kasus skimming ini bisa menimpa siapa saja Mom. Termasuk kita. Tidak ada salahnya Mom segera mengecek saldo rekening Mom dengan cara mencetak mutasi pada rekening Mom selama tiga bulan terakhir.

Skimming membuat resah para nasabah, begini Mom teknisnya!

Skimming merupakan metode yang digunakan pelaku kriminal untuk mengambil data yang terekam dalam magnetic stripe atau pita magnetik yang ada dibalik kartu ATM/Debit/Kredit yang dimiliki Mom.

Adam Levitin, seorang profesor hukum pada Georgetown University menyatakan bahwa “penipuan selalu mencari titik terlemah.” Titik terlemah yang didapat untuk pencurian dengan teknik skimming adalah pada magnetic strip atau tinta magnetik yang tertempel pada kartu ATM.

Padahal, penggunaan pita magnetik masih banyak dipakai oleh perbankan di banyak negara termasuk Indonesia. Dari total kartu yang beredar, 90 persennya masih menggunakan magnetic strip dan sisanya sudah beralih mengunakan chip.

Agar tabungan Mom aman, ada baiknya Mom mengganti kartu ATM yang menggunakan chip.

Mom bisa menghindari pencurian uang dengan teknik skimming dengan menggunakan kartu ATM  berbasis chip. Indonesia punya produk hukum berbentuk Surat Edaran Bank Indonesia No. 17/52/DKSP yang mewajibkan kartu ATM menggunakan chip seluruhnya hingga akhir tahun 2021.

Surat edaran tersebut mengatur prinsipal, penerbit, acquirer, penyelenggara kliring dan/atau penyelengara penyelesaian akhir wajib menggunakan standar nasional teknologi chip untuk kartu ATM dan/atau kartu debet, terminal automated teller machine (ATM), terminal electronik data capture (EDC), dan sarana pemroses paling lambat tanggal 31 Desember 2021.

Meskipun pihak berwajib telah menangkap pelaku skimming dan perbankan pun akan mengganti kerugian yang dialami nasabah, namun tidak bisa dipungkiri bahwa kerugian tersebut mencapai ratusan juta.

Ngerinya! Skimming tidak terjadi pada mesin ATM saja Mom, tapi bisa di mana saja.

Sangat jelas, jika pelaku skimming tidak melulu melaksanakan aksinya di mesin ATM. Namun bisa juga melakukannya di restoran atau tempat perbelanjaan. Oknum pekerja yang tidak bertanggung jawab bisa saja melakukan kecurangan ini.

Melalui tulisan David Tente, Executive Director ATMIA, grup penjual mesin ATM mengatakan ada 40 restoran yang berada di AS sukses menggelapkan pemilik kartu pelanggannya hingga $3 juta. Umumnya ada oknum pekerja restoran yang membantu untuk melancarkan aksinya dengan mendapatkan upah senilai $35 hingga $50 per kartu.

Simpelnya, skimming adalah teknik fotokopi data yang ada di kartu ATM korban. Dengan tujuan untuk membuat kartu ATM/Debit/Kredit bisa identik dan dapat dilakukan untuk transaksi secara “resmi” tanpa sepengetahuan pemilik kartu ATM.

Untuk itu, sebaiknya Mom jangan pernah memberikan kartu ATM/Debet/Kredit pada siapa pun. Jangan pernah juga memberikan pin kepada orang lain. Waspadalah jika Mom ingin menggunakan ATM di tempat terbuka.

 

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply