Jangan Asal Percaya! Isu mengenai Vaksin di Bawah Ini Tidak Benar

0 28

Beredarnya sebuah berita mengenai vaksin yang ada di Indonesia tentunya membuat Mom cemas kan? Pasalnya dalam berita tersebut terdapat sebuah isu bahwa beberapa vaksin yang disebutkan dapat mengancam keselamatan, efektifitas bahkan agama. Lalu apa jadinya jika vaksin tersebut benar-benar masuk dalam tubuh. Padahal Mom sendiri tahu kan fungsi daripada vaksin adalah untuk memberikan kekebalan tubuh dari penyakit.

Berikut adalah vaksin yang sedang diperbincangkan.

virus rubella

1. Vaksin HPV (Human Papilloma Virus)

Kanker serviks adalah salah satu penyakit yang mengerikan bagi wanita. Kanker serviks ini bisa menyerang siapa saja lho Mom, termasuk Mom. Data yang dihimpun dari Departemen kesehatan menunjukkan bahwa kasus kanker serviks adalah keganasan tertinggi kedua pada wanita di Indonesia setelah kanker payudara. Jika sudah terkena kanker serviks maka bisa menyebabkan si penderita meninggal dunia.

Vaksin HPV (Human Papilloma Virus) ini, kabarnya bisa menangkal kanker serviks dan kanker hati. Namun, berita yang beredar adalah pemberian vaksin HPV bisa menyebabkan kemandulan dan osteoporosis. Namun hal itu tidak dibenarkan Mom. Menurut pandangan dokter ahli vaksin dan spesialis penyakit dalam, dr Kristoforus Hendra Djaya, SpPD, mengatakan bahwa vaksin HPV hanya menangkap sel kanker yang masuk ke serviks, sehingga tidak ada efek samping yang ditakutkan.

2. Vaksin MMR (Measles Mumps Rubella)  

Vaksin MMR merupakan vaksin gabungan antara Measles (campak), Mumps (Gondongan), dan Rubella. Vaksin Measles dan Rubella diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit campak,  rubella (campak Jerman), dan gondongan. Namun, berita yang beredar Vaksin MMR ini justru menyebabkan anak menjadi Autisme.

Padahal, autisme adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi komunikasi, dan perilaku dan interaksi sosial. Hal ini pun disebabkan karena sebuah kelainan genetik dan lingkungan. Pernyataan bahwa vaksin MMR dapat menyebabkan anak menjadi autisme tidaklah benar Mom, dan belum ada sebuah penelitian yang membuktikan pernyataan tersebut.

3. Vaksin TT (Tetanus Toksoid)

Beredar kabar bahwa melakukan vaksin TT (tetanus) bisa menyebabkan susah hamil. Hal ini tidak benar Mom. Sebelum Mom menikah, pasti mendapatkan sebuah persyaratan dari KUA untuk menjalani vaksin TT, di mana vaksin tersebut sebenarnya berfungsi untuk melindungi ibu hamil dari infeksi yang mengakibatkan tetanus saat melahirkan dan melakukan hubungan seksual.

Vaksin ini pun dapat diberikan kepada ibu hamil yang usia kehamilannya mencapai 5-6 bulan. Tahukah Mom, bahwa alat bantu melahirkan yang tidak steril dapat menyebabkan tetanus pada vagina wanita?

Jadi Mom, sebelum mengetahui kebenarannya, sebaiknya jangan terbawa oleh isu yang beredar di masyarakat. Belum tentu apa yang Mom dengar, benar adanya. Mom bisa mencari beberapa referensi mengenai vaksin dan efek sampingnya. Selain itu Mom juga bisa konsultasi langsung dengan tim ahli kesehatan.

 

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply

Your email address will not be published.

%d bloggers like this: