Cara Masak Fusilli Carbonara

0
Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/momiia993/apps/momiia/public/wp-content/themes/publisher/includes/functions.php on line 5662

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/momiia993/apps/momiia/public/wp-content/themes/publisher/includes/functions.php on line 5663
16

Hai Mom, apakah Mom termasuk yang suka akan masakan olahan dari pasta?  Bila iya,  maka tepat sekali, nih. Sebab, kali ini kita akan membahas tentang cara masak fusili carbonara yang sudah cukup populer di masyarakat kita dan menjadi salah satu menu favorit selain yang sudah sangat dikenal yaitu spaghetti bollognese.  Tapi apa sih sebenarnya bedanya spaghetti dengan fusili atau dengan pasta lain yang juga cukup dikenal yaitu fettuccine.  Ingin tahu Mom?  Yuk, kita intip!

Dari sekian banyaknya makanan khas Italia, pasta masuk ke dalam urutan teratas sajian populer di dunia. Selama ini, Mom mungkin hanya mengenal spaghetti sebagai jenis pasta yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Padahal, ada banyak jenis pasta yang mungkin belum Mom kenal. Menariknya, semua jenis pasta memiliki ukuran yang berbeda dengan bentuk yang bervariasi juga. Mulai dari bentuk roda, tabung hingga bentuk pita yang menggemaskan. Meski semua jenis pasta ini akan lebih muda dijumpai di negara asalnya, namun beberapa jenis pasta juga sudah mulai populer di masyarakat kita Mom,  salah satunya cara masak fusili carbonara. Sebelumnya, kenali macam-macam pasta yang ada:

  1. Spaghetti

Spaghetti merupakan salah satu jenis pasta paling populer di Indonesia. Berbentuk panjang menyerupai lidi dan ketika dimasak teksturnya akan melunak menyerupai mi berukuran tebal.

  1. Fettuccine

Jika dilihat sekilas, tampilan fettuccine memang mirip dengan kwetiau. Bedanya, fettuccine yang artinya pita kecil ini memiliki tekstur lebih padat dan lentur.

  1. Fusilli

Berbeda dengan spaghetti dan fettuccine, fusilli memiliki bentuk spiral dengan ukuran yang jauh lebih pendek.  Tipe pasta ini yang akan kami bagikan cara masak fusili carbonara pada artikel kami kali ini.

  1. Lasagna

Berbentuk menyerupai lembaran kertas, lasagna termasuk jenis pasta yang disukai di Indonesia. Bentuknya yang lebar dengan tekstur kenyal sangat cocok dipadukan dengan beragam isian.

  1. Conchiglie

Conchiglie merupakan pasta dengan bentuk menyerupai cangkang kerang. Tak mengherankan bila di Indonesia pasta jenis ini sering disebut sebagai ‘pasta keong’.

  1. Penne

Penne merupakan salah satu pasta populer di Indonesia yang memiliki bentuk unik. Bentuknya menyerupai tabung dengan tekstur garis-garis di sekeliling permukaannya.

  1. Maccheroni

Satu lagi pasta asal Italia yang sangat populer di Indonesia. Maccheroni atau juga disebut dengan nama makaroni ini memiliki bentuk tabung yang melengkung di kedua ujungnya.

 

Pasta fusilli selain memiliki ukuran yang agak panjang juga memiliki tekstur yang lebih tebal. Bentuknya yang spiral sangat cocok untuk disajikan dengan memasak dipanggang, digoreng ataupun diberikan saus diatasnya. Yuk, Mom kita  coba resep cara masak fusili carbonara ala rumahan.

 

Bahan Utama Cara Masak Fusili Carbonara:

  • 1000 ml air untuk merebus 1 sendok makan minyak zaitun
  • 1 sendok teh garam
  • 300 gram pasta kering fusilli Bahan Saus Carbonara
  • 3 sendok makan minyak zaitun
  • 100 gram bawang bombay, kupas, cincang halus
  • 5 siung bawang putih, kupas, cincang halus
  • 200 gram smoked beef, iris dadu 1 cm
  • 300 ml susu cair
  • 100 ml thickened cream (krim kental)
  • 1 butir telur ayam, kocok
  • 1 sendok teh garam
  • 1 sendok teh merica bubuk

 

Cara Masak Fusili Carbonara:

  1. Panaskan air, kemudian tambahkan minyak zaitun dan garam hingga mendidih.
  2. Rebus pasta hingga al dente kemudian angkat dan tiriskan,sisihkan.
  3. Panaskan minyak kemudian tumis bawang putih, kemudian bawang bombay hingga harum
  4. Masukan bahan saus yang tersisa.
  5. Aduk cepat sehingga tidak menggumpal Lalu masukan pasta kemudian aduk rata , angkat dan sajikan selagi hangat.

 

Untuk penyajian cara masak fusili carbonara ini, hidangkan saat hangat ya, Mom. Tujuannya agar saus masih agak encer dan tidak membuat enek.  Bila sudah dingin, saus bisa menimbulkan rasa enek terutama bagi yang kurang menyukai susu.  Hal ini karena penggunaan krim kental atau thickened cream yaitu kepala susu yang belemak tinggi kurang lebih 35%.

Selamat mencoba.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply