Cabang Olahraga Catur Para Games Rupanya Borong Medali

0 19

Ajang olahraga Para Games 2018 baru saja usai. Namun, semangat para atlet Para Games seolah tak mau padam dalam benak kita semua ya Mom. Prestasi mereka layak mendapatkan acungan jempol dan selalu menjadi motivasi bagi setiap orang yang melihatnya. Seperti halnya sebuah prestasi dari cabang olahraga catur yang ternyata menyumbangkan medali emas tertinggi.

Dari cabang olahraga (cabor) catur Asian Para Games 2018 yang berlangsung di Cempaka Putih Sports Hall, Jakarta, Indonesia memperoleh 11 medali emas. Kerennya dari total 24 emas, separonya digondol oleh para atlet Indonesia dengan rincian 6 emas dari kategori catur standar dan 5 emas dari kategori catur cepat.

catur

Blind chess atau catur tuna netra

Chess atau catur adalah permainan strategi yang dimainkan oleh dua pemain menggunakan papan catur. Jenis papan permainan yang digunakan dalam permainan catur terdiri atas 64 kotak persegi (8 baris dan 8 kolom) yang disusun dalam dua warna berselang-seling. Tidak jauh berbeda dengan pertandingan catur pada umumnya. Namun pada pertandingan Asian Para Games, permainan dibagi menjadi dua kategori, yaitu standard chess dan rapid chess.

Jika diperhatikan, papan catur untuk tuna netra ini sedikit berbeda Mom, papan caturnya berlubang dan pionnya pun memiliki gagang untuk dimasukan ke dalam lubang tersebut. Jadi, para atlet akan meraba papan catur tersebut untuk mengetahui di mana letak posisi musuh. Kalau salah gimana? Nah, mereka akan diberikan kesempatan sebanyak 3 kali untuk mengulanginya.

Profil singkat Edy Suryanto peraih 2 medali emas dan 1 perunggu

Edy Suryanto (60 tahun) merupakan salah satu atlet Indonesia yang berlaga di Asian Para Games 2018. Ia bertanding di cabang olahraga andalannya, blind chess (catur tuna netra). Pada ajang Asian Para Games 2018 ini, Edy sukses menyumbang emas dari cabang catur kategori individual rapid VI-B1, team rapid VI-B1, team standard VI-B1 dan satu perunggu dari kategori individual standard VI-B1. Catur menjadi penyumbang medali terbanyak bagi Indonesia dengan total raihan 22 medali.

Prestasi yang ditorehkan oleh Edy ini bisa menjadi motivasi dan semangat buat kita semua Mom. Siapa sangka atlet tuna netra yang kita banggakan ini sebelumnya berprofesi sebagai tukang pijat keliling.

Bagi Edy, catur menjadi jalan keluar sekaligus penambah semangatnya dalam menjalani hidup, dari keterbatasan yang ia alami. Sudah sejak usia 18 tahun ia menggeluti olahraga tersebut. Kesulitan yang dialami adalah dia harus mengingat posisi anak catur seusai merabanya. Bapak dua anak ini butuh sekitar lima tahun untuk Edy agar lancar bermain catur tanpa melihat.

Ia melatih daya ingatnya dengan sering mengikuti serangkaian pertandingan catur. Tak jarang ia ikut pertandingan catur di kalangan atlet normal atau yang tanpa keterbatasan. Berkat kerja kerasnya mengasah kemampuan dan menekuni catur, pada tahun 2005 Edy mengikuti ASEAN Para Games di Singapura, namun saat itu dia hanya mendapatkan medali perak saja.

***

Semangat para Atlet Asia Para Games 2018 ini seolah menjadi sebuah pelajaran bagi kita semua Mom. Bahwa kekurangan bukanlah sebuah hambatan untuk mencapai sebuah prestasi dan kesuksesan.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply