Awas Virus Rubella Mengintai Ibu Hamil

0 44

Pernah dengar virus rubella Mom? Semua orang bisa tertular dengan penyakit ini. Anak-anak harus menjalani vaksinasi untuk mencegah terjangkitnya virus rubella. Namun seberapa bahaya virus rubella terhadap ibu hamil? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini ya!

virus rubella

Virus Rubella

Virus rubella adalah penyakit virus yang akut dengan gejala yang tidak spesifik. Ini membuat penderita susah membedakannya dengan penyakit lain. Bahkan sebagian dari penderita tidak menyadari jika sudah terinfeksi. Gejala tersebut biasanya muncul pada hari ke 12 hingga 23 setelah terpapar penyakit.

Gejala yang akan dialami adalah demam, sakit kepala, sakit dan bengkak pada persendian, mata merah, dan hidung mampet atau berair pada hari ke-1 hingga hari ke-5 sebelum muncul ruam. Ruam muncul pertama kali pada wajah dan kemudian menyebar ke bagian tubuh lain.

Kenapa bisa bahaya terhadap ibu hamil?

Jika Mom sedang hamil dan mengalami gejala tersebut, maka ada baiknya Mom segera menghubungi dokter kandungan. Sebab, virus ini cukup berisiko bagi ibu hamil, apalagi jika sampai Mom terinfeksi dan sebelumnya tidak melakukan vaksinasi terhadap rubella atau campak Jerman ini.

Jika usia kehamilan Mom masuk trimester pertama dan terserang virus Rubella maka hal ini sangat berbahaya, karena virus rubella yang sudah menginfeksi rahim dapat mempengaruhi hampir segala sesuatu di tubuh bayi yang sedang berkembang. Hal ini disebut dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS).

Dampaknya, bayi akan lahir cacat bahkan dapat menyebabkan kematian. Cacat lahir yang akan diderita si bayi adalah tuli, katarak, cacat jantung, cacat intelektual, kerusakan hati dan limpa, berat badan lahir rendah, dan ruam kulit pada saat lahir.

Jika Mom terjangkit rubella di awal kehamilan, maka Mom perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui risiko yang mungkin terjadi pada bayi. Hal ini juga bisa menjadi awal melakukan sebuah keputusan apakah Mom akan melanjutkan kehamilan atau mengakhirinya.

Dokter hanya memberikan pengobatan efektif dengan cara memberikan suntikan kekebalan globulin untuk mengurangi risiko cacat pada bayi namun tidak bisa mencegah bayi untuk tidak terinfeksi. Ibu hamil juga tidak bisa menerima vaksin rubella. Maka dari itu, Mom harus berhati-hati  dan menghindari siapa saja yang memiliki ruam akibat terjangkit virus dan orang-orang yang terpapar rubella.

***

Maka dari itu Mom, sebelum menjalani proses kehamilan, ada baiknya Mom melakukan vaksinasi rubella. Pastikan juga lingkungan terdekat Mom (keluarga) tidak terpapar rubella, jika terjadi, maka sebisa mungkin Mom menghindarinya demi kesehatan Mom dan janin yang Mom kandung.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply