8 Kumpulan Mitos Menyusui yang Sering Terdengar di Masyarakat

0 49

Bagaimana cerita mudik Mom bersama si Kecil di kampung halaman? Pasti menyenangkan. Tapi, apa kabar dengan Mom yang sedang menyusui? Apakah selama di kampung halaman mendengar beragam mitos tentang menyusui? Terkadang, Mom harus menyadari dan tahu bahwa suatu daerah kadang memiliki kebudayaan yang beragam, terlebih dengan mitosnya.

Mitos yang sering Mom dengar terkadang sifatnya perintah. Enggak boleh ini, itu dan harus ini dan itu. Bagi Mom yang sudah terbiasa hidup di kota, kadang merasa tidak nyaman mendengar aturan ini, itu. Berikut ini adalah beberapa mitos menyusui dan ASI  yang mungkin kerap kali Mom dengar dan jumpai.

1. Ibu menyusui tidak boleh makan pedas, nanti bayi akan ikut merasakan pedas

Larangan makan pedas saat menyusui tentu sering didengar oleh Mom. Benarkah demikian? Alasannya, nanti si bayi ikut merasakan pedas. Hal ini tidaklah benar Mom. Rasa pedas yang Mom rasakan hanya berhenti di lidah Mom saja. ASI di payudara tidak akan pernah ikut menjadi pedas.

Meskipun demikian, Mom juga harus membatasi untuk mengonsumsi makanan pedas. Terutama pada bayi yang memiliki pencernaan yang sensitif. Alasannya adalah senyawa capsaicin pada cabai yang terbawa di ASI dapat menyebabkan bayi rewel. Jadi, enggak ada larangan untuk makan pedas ya Mom!

2. Larangan minum panas atau dingin

Ibu menyusui tidak boleh minum dingin, nanti anaknya jadi pilek. Ibu menyusui pun enggak boleh minum panas, nanti lidah bayi jadi putih. Hal ini sungguh tidak dibenarkan Mom. Ingat, minum dingin atau panas tidak berpengaruh pada bayi, karena ASI pada payudara akan selalu dalam kondisi hangat dengan suhu sekitar 370c.

Nah, kalau bayi pilek, pada umumnya disebabkan oleh virus Mom, bukan karena air dingin yang Mom konsumsi. Kalau bercak putih pada lidah bayi itu pun dikarenakan adanya sisa lemak dari ASI. Jadi, sekali lagi,  enggak ada hubungannya dengan minuman dingin atau panas yang Mom konsumsi.

3. Mitos menyusui yang mengakibatkan kemandulan

Kabarnya, ASI enggak boleh kena kulit bayi, terlebih kalau kena alat kelamin pada bayi, katanya bisa mengakibatkan kemandulan. Jelas, ini tidak ada korelasinya Mom. Dari segi medis pun sudah jelas tidak masuk akal. Pasalnya kandungan pada ASI 90% adalah air. Jadi, aman jika sampai terkena kulit bayi. Bisa jadi, mitos ini muncul agar Mom selalu menjaga kebersihan kulit bayi.

4. Menyusui bisa bikin kendur payudara

Mom pasti pernah dengar kalau menyusui bisa membuat payudara jadi kendur. Ini juga tidak dibenarkan Mom. Perubahan bentuk payudara justru terjadi pada saat Mom hamil. Hal ini memang disiapkan untuk memproduksi ASI. Pada tahap inilah bentuk payudara Mom akan berubah. Selain itu, bentuk dan tingkat keranuman payudara juga dipengaruhi oleh usia.

5. Saat si Ibu usai bepergian, buang ASI-nya agar bayi tidak masuk angin

Mitos yang tidak masuk akal lainnya adalah membuang ASI saat setelah pulang dari bepergian. Pasalnya saat ibu bepergian jauh atau sampai kehujanan akan menyebabkan si anak akan masuk angin. Jelas hal ini tidak dibenarkan ya Mom. Secara alamiah, ASI berada dalam payudara, tertutup rapat dan tidak ada celah untuk masuknya angin atau pun air hujan sekalipun.

Sementara itu, ASI dalam payudara pun akan selalu dalam kondisi hangat dan steril dari gangguan pihak luar. Jadi, Mom tidak perlu membuang ASI dan bisa langsung menyusui ketika sampai di rumah.

6. Sebelum memberikan ASI, lakukan pemijitan pada payudara agar ASI tercampur

Hal ini jelas tidak perlu dilakukan ya Mom. Pasalnya, ASI hanya diproduksi oleh satu jenis saja, jadi tidak perlu dicampur dulu, kan? Logikanya, payudara bukan seperti balon yang diisi air.  Di dalam payudara terdapat banyak sel dan saluran ASI dan semuanya berujung pada puting. Jadi bisa dipastikan, bahwa mitos ini tidak perlu dilakukan.

7. Ukuran payudara mempengaruhi volume pada ASI

Pada dasarnya, produksi ASI tidak dipengaruhi oleh besar atau kecilnya ukuran payudara. Hasil perah ASI pun tidak bisa dijadikan indikator produksi ASI, sebab hasil perah ASI dipengaruhi oleh banyak faktor. Prinsipnya, produksi ASI sangatlah sederhana. Semakin cepat diproduksi, jika ASI cepat dikeluarkan secara rutin baik dengan menyusui atau dengan memerahnya. Sebaliknya, produksi ASI akan melambat  jika ASI tidak dikeluarkan secara rutin.

8. ASI yang bening atau encer adalah ASI yang tidak bagus

Tidak ada istilah ASI encer dan bening Mom. ASI dari payudara ibu selalu dalam kualitas yang baik sesuai dengan kebutuhan bayi. Jadi tidak ada istilah ASI buruk. Semua ASI dari payudara pasti bagus.

Kenapa ASI terlihat encer atau bening? Alasannya karena ASI mengandung banyak protein, kadar air tinggi dan rendah lemak. ASI yang encer ini biasanya keluar di awal menyusui atau awal pemerahan. Namun setelah itu, ASI yang akan keluar pun akan terlihat kental dan yang encer pun akan berkurang. Maka, ada baiknya Mom membiarkan bayi puas menyusu di satu payudara dulu sebelum pindah atau perah hingga payudara terasa kosong.

***

Dari 8 mitos di atas, mana yang sering Mom dengar dan temui? Sabar ya Mom, intinya tetap menjaga kesehatan dan gizi seimbang untuk sang buah hati.

Jangan Ketinggalan Info Penting Mom!
You might also like

Leave A Reply